Kajari Rembang Hadir Dalam Festival Ken-Duran di Rembang

KN-Kabupaten Rembang, Minggu (5/3/2023) menggelar Festival Durian bertajuk Ken-Duren di Alun Alun Rembang.

Belasan jenis durian hasil perkebunan petani di Kabupaten Rembang diserbu oleh ribuan warga. Kegiatan juga dimeriahkan dengan arak-arakan gunungan yang berisi durian, mulai komplek Museum RA Kartini menuju alun-alun.

Ada banyak lapak yang menjual durian dari berbagai desa. Tidak hanya itu, pelaku UMKM Rembang dengan varian produk juga ada.

Yang menarik lagi, ada juga yang makan sepuasnya karena ikut program Rp 100 ribu makan durien sepuasnya di tempat. Jadi jatuhnya harga durian sangat murah.

Setidaknya ada 19 desa di Kabupaten Rembang merupakan penghasil buah durian, seperti Watupecah Kragan, Bitingan Sale, Ceriwik Pancur, sampai desa Pinggan Kecamatan Bulu. Masing-masing perwakilan desa yang memiliki komoditas durian juga bersaing dalam lomba durian dalam festival itu.

Event yang digagas Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) kawasan Desa Terjan, Sendang, Tanjungsari, Woro dan Watu Pecah (Tersanjung Ro Watu) dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Rembang bertujuan untuk mempromosikan potensi durian di Kota paling timur Jawa Tengah ini.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Rembang, Muhamat Fahrorozi, SH, MH., mengapresiasi kegiatan Ken-Duren ini, termasuk berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya festival tersebut.

Hasil dari lomba durian, juara 1 diraih durian asal Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem. Juara 2 durian dari Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur, dan juara 3 dari Watupecah Kecamatan Kragan. Penilaian didasarkan 9 indikator mulai dari ketebalan daging buah, aroma, hingga rasa.